
Menyadari bahwa ada orang tua kandung yang selama ini tak diketahui, bukanlah kenyataan yang ringan untuk diterima. Setidaknya pada detik hentakan pertamanya. Akan ada garis-garis yang tertarik dan saling beradu, tentang takdir dan penerimaan. Tentang protes dan kerelaan. Tidak mudah mengelola perasaan, bahwa ada pihakyang salah atas kondisi dirinya, tetapi tidak bisa dipersalahkan, karena bagaimanapun mereka adalah orang tua kandung.
- Ibu, Ayah, dan Rasa Batin Kita
- Harga Sebuah Silsilah:Merasakan Kasih Sayang Allah di Garis-garis Keluarga
- Reza 'Ayu' Purwanti, Pencarian itu Berakhir di Pusara Ibu
- Putri Herlina, Mencari Garis Keluarga dalam Penerimaan dan Doa
- Muhammad Iswan, Lelaki yang Gagal Menemukan Ayahnya
- Nanda Mutia Rahmawati, Menemukan Ayah, Wasiat Ibu yang Belum Tertunaikan
- Nurfita Sari Nurdin, Menanti Haris Sakral, Dinikahkan Ayah Kandung Sebagai Wali
- Nadia, Mencari Saudara Kandung, Sisi LainRindu pada Garis Keluarga
- Endang Yuli Purwati dan Achmad Badawi, Kisah Bahagia Merawat Anakanak Asuh
- Liqoat: Dr. Titik Sumarti, M.S., Pakar Sosiologi Keluarga
- Mir'at, Kenangan Tak Terpisahkan Ayah dan Ibu
- Rindu dan Ikatan Batin dengan Orangtua Kandung, Tak Akan Putus
- Tak (Selalu) Mudah Menjadi Anak Adopsi
- Ruhaniyat, Hidup yang Hidup